Ngawi, 21 November 2025 — Kelompok 35 KKN Universitas PGRI Madiun melaksanakan kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) secara serentak di 13 RT yang tersebar di tiga dusun Desa Budug, Kecamatan Kwadungan. Program ini menjadi tindak lanjut dari sosialisasi TOGA dan ecoplant yang sebelumnya digelar, sekaligus menjadi salah satu langkah strategis desa dalam mempersiapkan diri menghadapi Lomba Desa Sehat 2026.
Penanaman yang dilakukan pada Jumat pagi ini melibatkan perangkat desa, kader kesehatan, serta warga di masing-masing RT. Setiap RT diarahkan membentuk Taman TOGA Mini sebagai upaya memperkuat budaya menanam tanaman herbal di tingkat rumah tangga. Beberapa jenis tanaman yang ditanam meliputi kunyit, jahe merah, kencur, temulawak, serai, dan dan TOGA lainnya, yang selama ini dikenal memiliki manfaat besar untuk pengobatan tradisional dan peningkatan kesehatan keluarga.
Antusiasme warga terlihat sejak persiapan lahan hingga proses penanaman. Di beberapa RT, warga bahkan berinisiatif menambahkan media tanam berbasis ecoplant dari bahan daur ulang yang sebelumnya telah dikenalkan oleh tim KKN-T UNIPMA Kelompok 35. Hal ini sekaligus mendukung gerakan pengurangan sampah rumah tangga yang dicanangkan pemerintah desa.
Kepala Desa Budug menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai bahwa kehadiran Taman TOGA di setiap RT dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian Lomba Desa Sehat. “Selain membuat lingkungan lebih hijau dan tertata, TOGA dapat memperkuat kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Program ini sangat sejalan dengan visi desa,” tuturnya.
Melalui penanaman TOGA secara serentak ini, mahasiswa kelompok KKN-T UNIPMA 35 berharap kegiatan tersebut mampu mendorong kesadaran kolektif warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan pekarangan secara produktif, dan menghidupkan kembali pengetahuan lokal terkait tanaman herbal. Ke depan, tim KKN berencana melakukan pendampingan lanjutan, termasuk pemantauan pertumbuhan TOGA di setiap RT serta pelatihan pemanfaatan hasil panen untuk ramuan sederhana.
Dengan sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Budug semakin optimistis menghadapi Lomba Desa Sehat 2026 dan mewujudkan lingkungan yang sehat, hijau, dan berdaya.